Pasar Los Batu Kandangan Peninggalan Belanda 1937 Tinggal Kenangan

Sabtu, 23 Januari 2010

Wisata, Kuliner dan Sejarah di Seputar Kota Kandangan

Katupat Kandangan, dodol kandangan dan lamang kandangan merupakan makanan khas kabupaten hulu sungai selatan sebagai kuliner yang sangat sayang jika anda tidak mencicipinya apabila berkunjung di Kandangan.

Loksado adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Secara Administrasi terbagi atas 14 buah desa, dan desa Loksado sebagai pusat pemerintahannya yang berjarak 39 Km dari Kota Kandangan atau 174 KM dari Kota Banjarmasin.

Penduduk Loksado terdiri dari penduduk asli ( Etnis Dayak Bukit ) dan Etnis Banjar yang telah lama menetap lama di sana. Etnis Bukit tersebut biasanya tinggal dalam “Balai”, yaitu rumah panggung yang besar dan didiami oleh beberapa Kepala Keluarga (antara 7 hingga 40 KK)

Upacara-upacara adat biasanya dilaksanakan 3x dalam setahun, yaitu berupa upacara ritual untuk memohon keberuntungan atau sebagai rasa puji syukur menurut kepercayaan yang mereka anut, “Kaharingan”. Dari semua upacara tersebut yang paling meriah adalah upacara sehabis panen yang disebut dengan “Aruh Ganal” ( Bawanang ) yang mana dilaksanakan sekitar bulan Juli, dan merupakan salah satu Kalender Wisata Kalimantan Selatan.

Aruh basambu, aruh bawanang lalaya dan aruh bawanang banih halin merupakan warisan tradisi suku dayak meratus sebagai tanda adanya suatu ikatan emosional terhadap alam yang telah memberi kesuburan tanah leluhur mereka sehingga bisa dimanfaatkan untuk bahuma tugal (berladang)

Aruh adat suku dayak meratus diiringi dengan berbagai tarian seperti batandik balian, kanjar dan bangsai dilengkapi dengan properti gelang hiang, serunai, kapur, manyan, kembang lelehi dan bermacam sesaji untuk persembahan.

Berpetualang menikmati keindahan alam hulu sungai selatan khususnya kawasan loksado akan memberikan pengalaman baru yang tidak dapat ditemui di daerah lain, air terjun haratai, uring dan ba’angin yang indah, di balut dengan rimbunnya hutan tropika yaitu hutan raya kadayang, maka akan sangat sayang jika tidak dikunjungi, melihat geliat masyarakat lokal dengan menggunakan rakit bambu mengarungi terjalnya jeram-jeram sungai amandit sambil menikmati indahnya panorama alam pegunungan, merupakan tantangan untuk sekedar memompa sedikit adrenalin anda ketika ikut menyusuri sungai amandit dengan lanting paring.

Hulu Sungai Selatan dikenal sebagai kabupaten yang tertua di Kalimantan Selatan dengan kultur budaya yang religius menyimpan beragam keunikan budaya dan sejarah. Peristiwa Proklamasi Gubernur Tentara ALRI divisi IV pertahanan Kalimantan merupakan pernyataan sikap rakyat di Kalimantan Selatan untuk tetap dalam kesatuan NKRI yang terjadi di desa Ni’ih Kabupaten Hulu Sungai Selatan dibawah pimpinan Pahlawan Nasional ke 2 Kalimantan Selatan sesudah Pangeran Antasari yaitu Brigjen H. Hasan Basry.

Monumen 17 Mei 1949 terletak di Desa Mandapai yang berjarak sekitar 10 Km dari Kandangan. Monumen menyerupai bentuk perahu, yang mana terdapat beberapa relief tentang perjuangan rakyat Kalimantan di beberapa tempat. Di tempat inilah pada tanggal 17 Mei 1949 diproklamirkannya Kemerdekaan Wilayah Kalimantan dari Penjajah Belanda.

2 komentar:

  1. ketupat kandangannya bikin ngiler .. :)

    BalasHapus
  2. ketupat kandangan yang top markotop wan mak nyoos tu pank dingai.
    Makasih dah sudi mampir.

    BalasHapus