Pasar Los Batu Kandangan Peninggalan Belanda 1937 Tinggal Kenangan

Sabtu, 07 Juli 2012

Amandit Kandangan (Hulu Sungai Selatan) : Kota Pahlawan dan Kota Perjuangan Kalimantan Selatan

Tutupi kajang kayu bapangkih
Andak bungkalang dihiga lawang
Asal Lukloa si naga putih
Tulak manyarang si naga habang

Baca talakin di pakuburan
Dimakani katupat bakuah
Antaluddin jagau Kandangan
Dalas pang hangit kada manyarah

Gantung caramin dianjung kiwa
Ampar di ambin tikar rumbia
Antaluddin gagah urangnya
Nang kita warisi samangat juangnya

Buah pamparawin buah pampakin
Duduk bakadap makan durian
Raksa Yuda wan Antaluddin
Wan Antasari badangsanakan

Kilam kilaman tanah rantauan
Tadangar urkis hati mangganang
Bukhari Kandangan tahan tungkihan
Kontroler Domes sidin cancang

Pina musti sayang wan banih
Kanapa lupa wan pitua nini
Pina musti sayang wan mirah putih
Kanapa lupa wan Hasan Basri

Pandai wasi manampa waja
Ulah sanjata gasan dibagi
Hasan Basri Gubernur Tantara
Pahlawan Nasional nang kita sayangi

Apam batil bagula habang
Wadai kukulih jual diwarung
Hasan Basri tokoh pajuang
Urangnya alim kahada sumbung

Pucuk kalakai gasan lalapan
Masak bajarang wan kacang panjang
Disa Mandapai disa parjuangan
Wadahnya urang tulak manyarang

Karung banih angkut kahulu
Lanting ditanjak wan bilah buluh
Dikampung Ni’ih badiri tugu
Bukti parjuangan malawan musuh

Ka Loksado umpat mambuntel
Lading balati dipinggangnya
Tujuh belas mai proklamasi kalsel
Kita warisi samangat juangnya

Amun dipuai sisarang wanyi
Madunya likat liwar nyamannya
Tujuh belas mai proklamasi ALRI
Baisi samangat pahlawan ampat lima

*Sumber : Pantun Pantun Babahasa Banjar

Kamis, 22 Maret 2012

KANDANGAN, HULU SUNGAI SELATAN

1. Di Kalimantan Selatan produk budaya pada masa bercocok tanam ditemukan pada situs arkeologi yang diteliti oleh balai arkeologi Banjarmasin yaitu situs jambu hilir Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
2. Situs jambu hilir sebagai bekas hunian kuno berciri prasejarah tapi masih mempertahankan tradisi neolitik dengan ciri-ciri artefak batu dengan unsur teknologi kapak persegi, manik-manik tanah liat, batu giling, perhiasan emas dan kuningan.
3. Salah satu bukti telah adanya pemanfaatan teknologi logam adalah temuan musi (musa) atau kowi yaitu wadah melebur emas dan kuningan di situs jambu hilir kandangan.
4. Selain musa dan wadah peleburan, menurut informasi penduduk jambu hilir kandangan di sana juga pernah ditemukan topeng emas dan alat-alat logam besi.
5. Ada beberapa produk budaya mesolitikum yang ditemukan, yaitu batu giling dan serpih dari jenis batu rijang dan batu pukul, bersama-sama dengan temuan gerabah di situs jambu hilir kandangan dan berasal dari masa bercocok tanam.
6. Teknologi situs jambu hilir kandangan masih sederhana, walaupun sudah menggunakan roda putar, tatap dan pelandas. Jadi pasirnya tidak di saring dan gerabah yang dihasilkan agak kasar.
7. Asal tempat benda prasejarah museum lambung mangkurat :
• Desa jambu hilir, Kecamatan kandangan
• Desa simpur, Kecamatan simpur
• Desa jambu hulu, Kecamatan padang batung
• Desa jambu hulu muka, Kecamatan padang batung
8. Kehidupan dengan rumah besar yang cara hidupnya seperti tersebut di atas masih terlihat nyata pada suku bukit meratus di Kecamatan Loksado.
9. Di Kecamatan Loksado, dimana dalam satu desa mereka mendirikan balai adat yang sekaligus menjadi tempat tinggal, dengan kamar atau ruangan mengelilingi rumah tengah tempat upacara tersebut. Satu kamar dihuni oleh satu keluarga.
10. Pangeran Tumenggung dari kerajaan Negara Daha mengalami kekalahan, lalu mundur dan bertahan di muara sungai Amandit.
11. Sultan Suriansyah yang sebelum masuk islam bernama Pangeran Samudera adalah pewaris sah dari kerajaan Negara Daha.
12. Daerah teritorial kerajaan banjar yang kedua meliputi daerah Amandit.
13. Di bawah wilayah inti terdapat unit politik yang disebut daerah-daerah kekuasaan termasuk Batang Amandit.
14. Yaitu meliputi Batang hulu, Kandangan, Jambu, Bamban dan Pangambau.
15. Salah seorang belanda yang berusaha keluar untuk pergi mencari bantuan ke Banjarmasin, dibunuh di Sungai raya.
16. Pada bulan September 1859 Demang lehman, bersama pimpinan lainnya seperti Pangeran Muhammad Aminullah, Tumenggung Jalil berangkat menuju Kandangan yang juga dihadiri oleh tokoh-tokoh pejuang dari segala pelosok banua Amandit.
17. Selain itu terdapat pula pahlawan wanita kiai cakrawati yang selalu menunggang kuda yang sebelumnya ikut dalam pertempuran Benteng Gunung Madang di Kandangan bersama Tumenggung Antaludin.
18. Hasil pertemuan bulan September 1859 antara pangeran Hidayat, pangeran Antasari, kiai Demang lehman dan tokoh-tokoh perjuangan lainnya di daerah Kandangan menetapkan pembagian daerah perjuangan dari banua lima sampai dusun atas.
19. Setelah meletusnya perang Amuk Hantarukung, Jenajah Bukhari, Landuk dan Mat amin dimakamkan di kampung Parincahan, Kecamatan Kandangan yang di kenal dengan makam Tumpang Talu.
20. Sedangkan sembilan orang lainnya dihukum gantung oleh belanda, kemudian di makamkan di kuburan Bawah Tandui di kampung Hantarukung, Kecamatan Simpur.
21. Di setiap persimpangan sungai yang strategis dibuat benteng pengawasan wilayah, dengan demikian muncul kota-kota seperti Kandangan dengan Benteng Hamawang di dalamnya.
22. Afdeling Kandangan dengan ibukota Kandangan, terdiri dari Onderafdeling Amandit dan Negara, yang terdiri lagi dengan District Amandit dan District Negara.
23. Onderafdeling Kandangan dengan ibukota Kandangan, diperintah oleh Asisten residen sebagai kepala afdeling dengan dibantu oleh seorang civiel gezaghebber.