Disamping koran-koran perjuangan di masa hidupnya cukup lama seperti majalah Republik dan Harian Kalimantan Berdjuang, maka ada beberapa koran lainya yang lahir di Kandangan, sehingga menimbulkan semacam kesan tentang besarnya peranan kota Kandangan dalam melahirkan pers yang menyuarakan pembelaan dan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kesan-kesan dimaksud antara lain lahir dari keberanian tokoh-tokoh pers di daerah tersebut.
Diantaranya tindakan berani yang telah dilakukan pimpinan harian Sinar Hoeloe Soengai, yang berani memutar balikkan haluan media massa tersebut dari yang seharusnya ditugaskan penguasa setempat untuk menyuarakan kepentingan Belanda menjadi pers yang menyuarakan dan membela bahkan memberikan fasilitas-fasilitas bagi kepentingan para pejuang kemerdekaan, dan juga beberapa kesan lain yang tegas dan berani ditampilkan oleh dua media massa harian Kalimantan Berdjuang dan majalah Republik seperti yang diuraikan di atas.
Beberapa media massa lainya yang tercatat lahir di kota Kandangan ini adalah :
1. Mingguan Samarata, terbit pada tahun 1946 di bawah pimpinan Saberi Tobing dan Saberi Oetis. Mingguan ini hanya dapat bertahan terbit beberapa bulan saja.
2. Menyusul kemudian terbit majalah bulanan Piala pada tahun 1947 di bawah pimpinan Maseri, S.M. Darsel dan Masdan Rozani. Majalah ini sempat terbit dengan tiras sebanyak 500 eksemplar. Tetapi nasibnya hanya dapat bertahan terbit beberapa bulan saja.
3. Sebuah majalah wanita bernama Pedoman Poeteri yang terbit pada tahun 1947 di bawah pimpinan H. Roehajah B. Majalah yang terbit sebulan sekali ini dicetak dalam bentuk stensilan oleh percetakan Republik. Redaksi dan administrasi majalah ini beralamat di Jalan Parindra Kandangan. Terbitan pertama majalah ini bertanggal 3 Februari 1947 bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1366 H. Majalah keputerian yang dijual eceran f.1,50 per eksemplar ini diselenggarakan penerbitannya dengan susunan kepengurusan :
Sidang Pengarang terdiri dari : H. Roehajah B dan Maserah, sedangkan Tata Usaha adalah : Siti Roespinah dan Siti Maslara.
Majalah ini dapat bertahan terbit cukup lama, dan baru berhenti pada tahun 1949 sehubungan dengan kepindahan keluarga H. Roehajah B mengikuti suami yang sejak tahun 1949 berdomisili di Amuntai.
4. Di samping mengasuh majalah keputerian tersebut di atas H. Roehajah B juga memimpin penerbitan majalah anak-anak bernama Soeloeh. Majalah ini terbit sekali sebulan. Penerbitnya adalah "Taman Pengetahuan" beralamat redaksi dan administrasi di Jalan Masjid 143 B Kandangan. Penerbitan yang pertama bertanggal 1 Januari 1948. Majalah ini berisi tulisan-tulisan ilmu pengetahuan serta memuat hasil-hasil karya anak-anak dalam bentuk prosa dan puisi. Percetakan yang menerbitkannya adalah Typ S.H.S Kandangan. Harga langganan tiap bulan/pernomor tercantum sebesar f. 0,60. Berakhirnya penerbitan majalah Soeloeh ini bersamaan dengan berakhirnya Pedoman Poeteri yakni ketika H. Roehajah B selaku pimpinan media massa ini pindah berdomisili ke Amuntai pada tahun 1949.
5. Sebuah majalah bulanan Majelis Ulama Islam Kandangan bernama Madjlis telah terbit dalam tahun 1948. Penerbitan majalah yang memuat masalah-masalah ke Islaman ini berlangsung setiap tanggal satu bulan Arab/Hijriah. Majalah ini sudah tampil dalam bentuk cetakan. Percetakannya dilakukan oleh Drukkerij "Sinar Hoeloe Soengai". Pimpinan penerbitan adalah Mohammad Arsjad, sedangkan alamat penerbit adalah kantor Majelis Ulama Islam Hulu Sungai di Kandangan. Majalah ini memasang harga langganan sebulan/satu eksemplar adalah f.1,-